RIAUPARK.COM | ROKAN HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi yang digelar di salah satu hotel di kawasan Batu Enam, Bagan Punak, Kamis (30/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Rokan Hilir. Pertemuan membahas berbagai program strategis di bidang kesehatan, termasuk penguatan jejaring pelayanan, percepatan penanganan stunting, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, program gizi, serta kesehatan reproduksi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir, Hj. Ners Faridah, S.Kep., SKM., M.Kes., Jumat (31/7/2026), mengatakan bahwa koordinasi lintas OPD sangat penting untuk memperkuat implementasi program kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pada program gizi, kesehatan ibu dan anak, serta kesehatan reproduksi,” ujar Hj. Faridah.
Ia menambahkan, penanganan berbagai persoalan kesehatan seperti stunting, demam berdarah dengue (DBD), dan penyakit lainnya memerlukan dukungan serta kolaborasi seluruh OPD terkait. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit.
“Sinergi dan koordinasi antar-OPD sangat diperlukan agar program kesehatan dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Hj. Faridah, ujung tombak pelayanan kesehatan di Kabupaten Rokan Hilir berada di Puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan.
“Saat ini terdapat 21 Puskesmas yang melayani masyarakat. Beberapa kecamatan dengan wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar, seperti Kecamatan Bangko, Tanah Putih, dan Bangko Pusako, memiliki dua unit Puskesmas dengan tenaga dokter serta petugas kesehatan yang ditempatkan sesuai kebutuhan,” terangnya.
Ia menjelaskan, keberadaan dua Puskesmas di tiga kecamatan tersebut didasarkan pada pertimbangan luas wilayah dan jumlah penduduk, sehingga pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.
“Saat ini terdapat 11 Puskesmas rawat inap di Kabupaten Rokan Hilir. Khusus Kecamatan Bangko tidak memiliki Puskesmas rawat inap karena sudah tersedia rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan,” tambahnya.
Terkait penanganan HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Rokan Hilir mencatat bahwa selama periode 2015 hingga 2026 terdapat 235 orang yang masih aktif menjalani pengobatan. Sementara itu, sebanyak 80 orang di antaranya telah meninggal dunia.
Dinas Kesehatan Rokan Hilir berharap sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Rokan Hilir. Pungkasnya (MH)














