Ari Latif, Pernyataan Wakapolda Riau : Dinilai Tak Tepat dan Berpotensi Picu Kegaduhan Baru

- Penulis

Rabu, 15 April 2026 - 04:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RIAUPARK.COM | – Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW HIMMAH) Riau kembali melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Wakapolda Riau terkait kericuhan yang terjadi di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.

Ketua PW HIMMAH Riau, Ari Latif, menilai pernyataan yang menyebut kericuhan dipicu konflik ibu-ibu di media sosial maupun persoalan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai narasi yang tidak tepat dan berpotensi memicu kegaduhan baru di tengah masyarakat.

“Pernyataan tersebut tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Justru berpotensi menimbulkan kegaduhan baru karena dianggap meremehkan persoalan yang sebenarnya terjadi,” ujar Ari dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, sebagai pejabat tinggi kepolisian, setiap pernyataan yang disampaikan ke publik harus berbasis pada fakta yang terverifikasi, bukan asumsi yang lemah dan berpotensi menyesatkan.

Ari menegaskan, kericuhan yang melibatkan massa dalam jumlah besar dan terjadi berulang kali tidak mungkin dipicu oleh persoalan sederhana seperti konflik di media sosial atau pembagian THR.

“Ini peristiwa besar, bukan persoalan kecil. Tidak masuk akal jika disederhanakan seperti itu. Publik bisa menilai sendiri,” tegasnya.

PW HIMMAH Riau juga menyoroti adanya temuan alat hisap sabu dan minuman keras di lokasi kejadian.

Fakta tersebut dinilai sebagai indikasi kuat bahwa persoalan di Panipahan berkaitan dengan hal yang lebih serius.

“Kalau sudah ada temuan seperti itu, maka pendekatannya harus serius. Ini bukan sekadar konflik sosial biasa,” lanjut Ari.

Ia juga mengingatkan bahwa narasi yang tidak tepat dari aparat dapat memicu persepsi negatif di tengah masyarakat, bahkan berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Jangan sampai masyarakat Panipahan terpancing dengan narasi yang tidak tepat. Ini berbahaya bagi kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum,” katanya.

Lebih jauh, Ari mempertanyakan langkah aparat yang dinilai lebih fokus kepada masyarakat yang melakukan aksi dibandingkan upaya mengungkap pihak yang diduga menjadi akar persoalan.

“Kenapa yang ditekan justru masyarakat? Seharusnya fokus utama adalah mengungkap dan menindak pihak yang diduga menjadi sumber masalah,” ujarnya.

PW HIMMAH Riau juga mendesak aparat penegak hukum untuk membuka secara transparan perkembangan penanganan kasus di Panipahan guna menghindari spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Transparansi penting agar situasi tidak semakin liar. Masyarakat perlu ditenangkan dan diberikan kepastian atas penanganan kasus ini,” tegas ari latif yang juga aktivis asal Panipahan.

Di akhir pernyataannya, Ari Latif meminta seluruh pihak, khususnya aparat kepolisian, untuk lebih bijak dalam menyampaikan informasi serta mengedepankan langkah-langkah yang menenangkan situasi.

“Kami berharap tidak ada lagi pernyataan yang justru memperkeruh keadaan. Fokuslah pada penegakan hukum yang objektif, transparan, dan berkeadilan,” Pungkasnya (MH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel riaupark.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81, Final Free Fire “Independent Day Battle” PSI–ESI Rohil Berlangsung Meriah
40 Peserta Adu Skill dan Strategi, PSI Bersama ESI Rohil Buka Turnamen Free Fire Independent Day Battle
Turnamen KSMI Rohil Cup I 2026 Resmi Dibuka, Kebersamaan dan Sportivitas Jadi Semangat Utama
Polsek Sinaboi Gelar Apel Konsolidasi Penanganan Karhutla di Raja Bejamu, Kapolsek Tegaskan Sanksi Pidana bagi Pembakar Lahan
Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2026, Perkuat Sinergi Hadapi Musim Kemarau Dan Potensi El Nino
Dipersip Rokan Hilir Raih Penghargaan Kearsipan Peringkat III Tingkat Provinsi Riau
PSI Bersama ESI Rohil Jaring Bibit Atlet Esports, 700 Peserta Ikut Seleksi Free Fire 2026
Bupati Rohil dan Polda Riau Perkuat Sinergi, Ekspedisi Merah Putih Presisi Bawa Bantuan bagi Warga Pesisir
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Semarak HUT RI ke-81, Final Free Fire “Independent Day Battle” PSI–ESI Rohil Berlangsung Meriah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:43 WIB

40 Peserta Adu Skill dan Strategi, PSI Bersama ESI Rohil Buka Turnamen Free Fire Independent Day Battle

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Turnamen KSMI Rohil Cup I 2026 Resmi Dibuka, Kebersamaan dan Sportivitas Jadi Semangat Utama

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 01:57 WIB

Polsek Sinaboi Gelar Apel Konsolidasi Penanganan Karhutla di Raja Bejamu, Kapolsek Tegaskan Sanksi Pidana bagi Pembakar Lahan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2026, Perkuat Sinergi Hadapi Musim Kemarau Dan Potensi El Nino

Berita Terbaru