RIAUPARK.COM | ROKAN HILIR – Suasana Ramadan di Jalan Baru, Kelurahan Bagan Punak, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, mendadak heboh setelah seekor biawak tiba-tiba ditemukan berada di dalam sumur milik warga. Peristiwa unik tersebut membuat warga sekitar terkejut sekaligus takut menggunakan sumur untuk mandi dan mengambil air.
Kejadian yang terjadi pada bulan suci Ramadan ini sontak menjadi perbincangan warga. Pasalnya, biawak berukuran cukup besar itu diketahui sudah berada di dalam sumur sehingga membuat pemilik rumah dan warga sekitar tidak berani mendekat.
Salah satu warga setempat, Daus, mengatakan dirinya langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rokan Hilir untuk meminta bantuan mengevakuasi hewan tersebut.
Tak lama berselang, tim Damkar Rohil tiba di lokasi dengan membawa satu unit mobil pemadam kebakaran serta peralatan sederhana untuk melakukan penyelamatan. Dengan menggunakan seutas tali dan teknik penanganan yang hati-hati, petugas akhirnya berhasil mengangkat biawak tersebut keluar dari dalam sumur.
“Awalnya kami takut mandi, karena ada biawak masuk ke dalam sumur itu. Alhamdulillah berkat kerja keras petugas Damkar akhirnya biawak tersebut bisa dikeluarkan,” ujar Daus dengan logat khas masyarakat Bagan.
Proses evakuasi yang sempat berlangsung dramatis itu pun akhirnya berakhir dengan sukses. Setelah biawak berhasil diangkat, warga kembali merasa lega dan dapat menggunakan sumur tersebut seperti biasa.
Peristiwa ini menjadi cerita unik di tengah suasana Ramadan di wilayah tersebut. Jika biasanya yang diuji kesabaran adalah manusia yang menjalankan ibadah puasa, kali ini seekor biawak justru ikut “mencuri perhatian” warga kampung dengan aksinya yang tak terduga.
Kini, Daus bersama keluarga sudah bisa kembali mandi dengan tenang, sementara sang biawak kemungkinan harus melanjutkan petualangannya mencari tempat lain yang lebih aman.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi warga agar lebih waspada terhadap keberadaan hewan liar di sekitar permukiman, terutama di daerah yang masih dekat dengan habitat alami satwa. Pungkasnya (MH)














