RIAUPARK.COM | ROKAN HILIR – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus mematangkan tahapan penjaringan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Seleksi dilakukan secara ketat dan terstruktur, terbagi dalam tiga rayon guna menjaring putra-putri terbaik daerah.
Memasuki hari ketiga, pelaksanaan seleksi parade dan kesehatan dipusatkan di Rayon 1 yang berlangsung di Kecamatan Bangko, Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penjaringan yang akan memasuki tahapan selanjutnya yakni test kesamaptaan, baris berbaris wawancara serta talenta.

Kepala Badan Kesbangpol Rokan Hilir, Indra Gunawan, menegaskan bahwa proses seleksi ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki ketahanan mental deologi yang kuat serta kemampuan dan kecerdasan dalam menjalankan tugas bela negara pengibaran bendera merah putih.
“Hari ini kami bersama Duta Pancasila Kabupaten Rohil melaksanakan seleksi di Rayon 1 Wilayah ini mencakup enam kecamatan, yakni Bangko, Kubu, Kubu Babussalam, Pasir Limau Kapas, Sinaboi, dan Pekaitan,” ujar Indra Gunawan.
Di Rayon 1, sebanyak 76 peserta yang terdiri dari 48 putra dan 38 putri mengikuti seleksi dengan antusias dan semangat tinggi, menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan tim penilai.

Sebelumnya, tim seleksi telah menyelesaikan penjaringan di dua rayon lainnya. Pada Senin, seleksi digelar di Rayon 3 yang meliputi Kecamatan Bagan Sinembah, Tanjung Medan, Pujud, Bagan Sinembah Raya, Balai Jaya, dan Simpang Kanan.
Sementara itu, pada Selasa, seleksi berlangsung di Rayon 2 yang mencakup Tanah Putih, Tanah Putih Tanjung Melawan, Rantau Kopar, Rimba Melintang, Bangko Pusako dan Batu Hampar..
Indra menjelaskan, seluruh peserta yang mengikuti seleksi tatap muka ini merupakan bagian dari 235 putra-putri terbaik yang telah lolos tahap seleksi administrasi dan online melalui aplikasi transparansi Paskibraka yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Pada tahap ini, penilaian difokuskan pada dua aspek utama, yakni uji kesehatan untuk memastikan kondisi fisik peserta sesuai standar Paskibraka, serta seleksi parade yang menilai kesigapan, postur tubuh, dan kedisiplinan dalam baris-berbaris.
Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dan objektif, dengan melibatkan tim profesional guna menjamin kualitas hasil akhir.

“Kami mencari figur yang benar-benar siap. Seleksi ini bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris, tetapi juga menyangkut performa, disiplin, karakter, talenta dan jiwa nasionalisme.
Dari seluruh peserta di tiga rayon, nantinya akan dipilih 40 orang siswa terbaik untuk bertugas di tingkat kabupaten dan 4 orang akan ikut seleksi tingkat provinsi.
Sementara itu Kabid Pembentukan Paskibraka Duta Pancasila Indonesia Kab. Rokan Hilir Aipda Jufrimun DJ, SH menambahkan bahwa seleksi tahun tahun ini memiliki standar nasional mengacu pada aturan BPIP Pusat dimana postur tubuh dan tinggi badan serta faktor kesehatan calon paskibraka sangat menentukan.
Kita sudah jadi role model paskibraka Indonesia sehingga tahun ini penampilan harus menjadi yang terbaik dari tahun tahun sebelumnya, Pungkasnya. (Adv/MH)














