RIAUPARK.COM | ROKAN HILIR, PANIPAHAN – Gelombang aksi massa yang terjadi di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, akibat dugaan maraknya peredaran narkoba di wilayah Panipahan, menuai perhatian serius dari berbagai kalangan, khususnya tokoh pemuda di tingkat daerah hingga nasional.
Tokoh pemuda nasional asal Panipahan yang juga menjabat sebagai Wasekjend HIMMAH Pusat, Kori Fatnawi Syihab, S.H, mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi yang kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh dinamika yang berpotensi memperkeruh keadaan. Imbauan tersebut disampaikan pada Senin (06/04/2026).
Menurut Kori, reaksi masyarakat yang muncul merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa. Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap upaya penyelesaian persoalan harus tetap berada dalam koridor hukum.
“Perjuangan melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Namun, kita tidak boleh terpancing emosi yang justru merugikan semua pihak. Tetap tenang, bertindak terukur, dan percayakan proses penegakan hukum kepada aparat,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua IPNU Rokan Hilir, Tomi Rahmad, yang mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya pelajar dan pemuda, agar tidak terlibat dalam tindakan anarkis.
“Kita mendukung penuh pemberantasan narkoba. Tetapi jangan sampai gerakan ini disusupi kepentingan lain yang dapat memecah belah persatuan. Mari kita jaga ketertiban dan persatuan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan HIMMAH Rokan Hilir, Abdul Gani, menekankan pentingnya menjaga stabilitas daerah sebagai bagian dari tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Pernyataan serupa juga datang dari eks Wakil Bendahara Umum PB HMI, Mus’ab Yazid, yang menegaskan pentingnya kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, khususnya Kepolisian.
“Kita harus memberikan ruang dan kepercayaan kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini Polsek Panipahan, untuk bekerja secara profesional. Jangan sampai muncul ketidakpercayaan berlebihan tanpa dasar yang jelas,” ujarnya.
Ketua KNPI Kecamatan Pasir Limau Kapas, Nazaruddin, turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah situasi yang sempat memanas.
Para tokoh pemuda dari berbagai organisasi seperti KNPI, IPNU, HIMMAH, dan HMI sepakat bahwa pemberantasan narkotika harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan supremasi hukum.
Mereka juga mengingatkan bahwa stabilitas keamanan daerah merupakan tanggung jawab bersama, serta mengimbau masyarakat Panipahan untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya.
“Ini momentum untuk bersatu melawan narkoba, bukan saling curiga atau memperkeruh keadaan. Mari kita kawal bersama, namun tetap berada dalam jalur hukum,” tutup Kori.
Aksi masyarakat Panipahan menjadi alarm keras bagi semua pihak. Namun para tokoh menegaskan, solusi terbaik terletak pada sinergi antara masyarakat dan aparat penegak hukum demi menjaga masa depan generasi serta keutuhan daerah. Pungkasnya (MH)














