RIAUPARK.COM | ROKAN HILIR – Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir guna memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah tersebut.
Sidak ini dilakukan setelah sebelumnya Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menerima bantuan peralatan kesehatan dari pemerintah pusat. Dalam kunjungannya, Jhony Charles menyoroti pentingnya percepatan distribusi alat-alat tersebut agar segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Berdasarkan dokumen berita acara serah terima operasional barang milik negara tertanggal 22 Desember 2025, sejumlah peralatan yang diterima meliputi 60 unit oxygen concentrator (OC Jay 10W) dengan kapasitas 10 liter per menit senilai Rp461.621.400, serta 1.080 pieces gown atau alat pelindung diri dengan total nilai Rp22.086.000. Total keseluruhan bantuan tersebut mencapai Rp483.707.400.
Wabup menegaskan bahwa peralatan tersebut memiliki peran vital, khususnya saat terjadi kabut asap akibat karhutla. Ia menilai, puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan harus segera dilengkapi agar mampu memberikan penanganan maksimal kepada masyarakat.
“Rokan Hilir merupakan daerah rawan karhutla. Ketika kabut asap pekat terjadi, masyarakat sangat membutuhkan bantuan oksigen, dan tenaga medis juga memerlukan perlindungan yang memadai. Karena itu, alat-alat ini tidak boleh terlalu lama tersimpan, harus segera didistribusikan ke seluruh puskesmas,” tegasnya.
Ia juga meminta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan pemetaan kebutuhan di setiap puskesmas, dengan prioritas pada wilayah yang paling terdampak karhutla, serta memastikan proses distribusi berjalan cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, Jhony Charles mengingatkan pentingnya pengelolaan barang milik negara secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Sidak ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana kabut asap, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal di tengah situasi darurat. Pungkasnya (MH)














