RIAUPARK.COM | ROKAN HILIR – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, kian memprihatinkan. Sejak Selasa hingga Rabu, 24–25 Maret 2026, antrean kendaraan terlihat mengular panjang bahkan berlangsung lintas hari. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat nyaris lumpuh, terutama di tengah meningkatnya aktivitas selama perayaan Idulfitri 1447 H.
Diduga situasi semakin memanas setelah SPBU Batu 4, yang merupakan milik Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan dikelola oleh BUMD PT SPRH (Perseroda), tidak beroperasi dalam pendistribusian Pertalite. Penutupan operasional SPBU tersebut memicu kepanikan warga yang bergantung pada pasokan BBM untuk aktivitas harian maupun perjalanan mudik.
Warga yang melintas di kawasan SPBU Batu 4 mengaku kecewa karena tidak dapat mengisi bahan bakar seperti biasanya.
Akibatnya, masyarakat berbondong-bondong menuju SPBU di Jalan Bintang, yang menjadi salah satu titik distribusi yang masih melayani pembelian Pertalite. Antrean kendaraan pun memanjang hingga ke badan jalan.
Lonjakan konsumsi BBM selama momentum Lebaran diduga menjadi penyebab utama ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Ribuan warga yang melakukan perjalanan mudik dan silaturahmi terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam di bawah terik matahari demi mendapatkan BBM dengan harga resmi.
Pantauan di lapangan menunjukkan penumpukan kendaraan terjadi secara konsisten sejak pagi hari, Selasa (24/03/2026), hingga Rabu (25/03/2026). Antrean yang berlangsung lintas hari ini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Kelangkaan di SPBU resmi juga memicu lonjakan harga di tingkat pengecer. Harga Pertalite yang biasanya berkisar sekitar Rp12.000 per liter kini melonjak drastis hingga mencapai Rp20.000 per liter di sejumlah titik penjualan eceran.
Salah seorang pengendara yang ditemui di lokasi, Rio, mengaku terpaksa mengantre sejak pagi karena harga di luar SPBU sudah tidak masuk akal kalau terus begini, aktivitas silaturahmi dan ekonomi warga bisa terhenti total,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi perhatian luas masyarakat karena berdampak langsung pada sektor transportasi, perdagangan, hingga aktivitas sosial warga di Bagansiapiapi selama masa libur Lebaran.
Sejumlah harapan pun disampaikan masyarakat kepada pemerintah daerah dan pihak terkait agar segera mengambil langkah konkret, di antaranya :
• Menambah suplai Pertalite khusus untuk wilayah Bagansiapiapi yang terdampak selama masa Lebaran.
• Memastikan stok BBM tidak tertahan di gudang atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
• Mengendalikan harga eceran yang mulai tidak terkendali agar tidak semakin membebani ekonomi masyarakat.
Masyarakat berharap adanya solusi cepat sekaligus langkah permanen agar distribusi BBM kembali normal dan aktivitas di Kota Bagansiapiapi dapat berjalan kondusif di sisa masa libur Lebaran.
Ironisnya, di tengah krisis yang melanda ibu kota Kabupaten Rokan Hilir ini, pihak-pihak terkait hingga kini belum memberikan penjelasan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Rohil, Muhammad Fauzi, melalui pesan singkat WhatsApp pada Rabu (25/03/2026), belum mendapat tanggapan.
Hal serupa juga terjadi pada Manager SPBU Batu 4 Bagansiapiapi, Adhar, yang hingga berita ini diturunkan belum memberikan pernyataan resmi terkait kendala distribusi BBM di unit usaha yang dikelola BUMD tersebut. Pungkasnya (MH)














