FLAJK Dorong Pelibatan Jasa Konstruksi Kecil dalam Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatera

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi net.

i

Ilustrasi net.

JAKARTA — Sekretaris Jenderal Forum Lintas Asosiasi Jasa Konstruksi (FLAJK), Yakub F. Ismail, menyoroti besarnya alokasi anggaran pemerintah untuk pembangunan dan pemulihan infrastruktur dasar pascabencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Menurut Yakub, komitmen anggaran yang disetujui tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan upaya pemulihan konektivitas, layanan publik, dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.

Kendati begitu, pihaknya menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat, khususnya asosiasi dan pelaku jasa konstruksi nasional, utamanya yang masuk kategori menengah ke bawah.

“Apa yang dapat kita harapkan dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera ini yakni tidak sekadar berorientasi pada kecepatan dan skala proyek, melainkan pada aspek pemerataan dan keadilan. Karena itu, pelaku jasa konstruksi swasta, terutama yang skala menengah dan kecil yang punya kapasitas dan pengalaman sangat dibutuhkan,” kata Yakub di Jakarta, Selasa (16/12).

Yakub menilai, pemerintah perlu untuk tidak selalu memprioritaskan perusahaan BUMN, dalam pengerjaan proyek pemulihan pascabencana ini.

Karena itu, dirinya mengusulkan agar pemerintah perlu membuka ruang yang adil bagi pelaku usaha konstruksi swasta menengah–kecil melalui skema pengadaan yang transparan, paket pekerjaan yang terdistribusi, serta pendampingan teknis dan pembiayaan.

“Dengan desain kebijakan yang tepat dan berpihak, kualitas tetap terjaga, sementara ekonomi lokal akan tetap ikut tumbuh,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Perusahaan Konstruksi Indonesia (ASPERKONI) itu mencontohkan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pembanding dalam konteks pelibatan masyarakat serta pelaku usaha menengah dan kecil dalam pengelolaannya.

Model MBG, menurutnya adalah bentuk kolaborasi pembangunan yang sangat efektif dan inklusif yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, dan meningkatkan daya beli masyarakat.

“Pendekatan serupa kita harapkan dapat diadopsi dan diterapkan pada pembangunan infrastruktur pascabencana di Sumatera, yakni dengan melibatkan kontraktor skala menengah ke bawah,” tandasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel riaupark.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Refleksi Akhir 2025 Pemerintahan Prabowo-Gibran, Harapan Pertumbuhan Ekonomi 2026 Meningkat
Merawat Kondusifitas Negara Demi Martabat Pemerintah dan Rakyat
Melindungi Kewarasan Bersama dari Jebakan Batman Pembodohan Era Post-Truth
Kohati PB HMI Dorong Transformasi Literasi Digital untuk Membangun Kepemimpinan Perempuan
98 Resolution Network Salurkan Sumbangan 98 Juta Bencana Banjir Sumatera
Pertamina Hulu Rokan Perkuat Dukungan bagi Insan Pers, Sponsori Pelantikan dan Seminar Literasi Bisnis Media JMSI Pekanbaru
IMO-Indonesia Dorong Pembentukan Satgas Informasi Bencana Sumatera
Godaan di Ujung Kekuasaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Januari 2026 - 11:38 WIB

Refleksi Akhir 2025 Pemerintahan Prabowo-Gibran, Harapan Pertumbuhan Ekonomi 2026 Meningkat

Minggu, 4 Januari 2026 - 11:34 WIB

Merawat Kondusifitas Negara Demi Martabat Pemerintah dan Rakyat

Jumat, 19 Desember 2025 - 03:15 WIB

Melindungi Kewarasan Bersama dari Jebakan Batman Pembodohan Era Post-Truth

Jumat, 19 Desember 2025 - 03:10 WIB

Kohati PB HMI Dorong Transformasi Literasi Digital untuk Membangun Kepemimpinan Perempuan

Kamis, 18 Desember 2025 - 00:51 WIB

98 Resolution Network Salurkan Sumbangan 98 Juta Bencana Banjir Sumatera

Berita Terbaru