RIAUPARK.COM | ROKAN HILIR – Dalam rangka membentuk generasi mahasiswa yang memiliki wawasan kebangsaan, karakter kepemimpinan, serta kesadaran terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara, STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi menghadirkan pimpinan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Rokan Hilir, Bapak Indra Gunawan., S.E., M.H sebagai narasumber dalam kegiatan USBU Ta’aruf / Pekan Perkenalan Kampus Tahun Akademik 2026–2027, 4-6 September bertempat di Kampus STAI.
Kehadiran Kesbangpol menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai peran generasi muda sebagai kekuatan intelektual, moral, dan agen perubahan bangsa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran ideologi, semangat kebangsaan, sikap demokratis, serta komitmen dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua STAI Ar Ridho bapak Dr. Budi Setiawan, M.Pd menyampaikan “Kegiatan Usbu Ta’aruf ini bukan sekadar tradisi tahunan untuk menyambut mahasiswa baru, melainkan momentum krusial dalam membentuk fondasi karakter mereka.
Kehadiran Kepala Kesbangpol Rohil, Bapak Indra Gunawan, memberikan nilai tambah yang luar biasa dalam membuka wawasan kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai kepemimpinan nasionalisme.
Kami ingin memastikan bahwa lulusan STAI Ar-Ridho tidak hanya unggul secara akademis dan religius, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air serta kesadaran berbangsa yang kokoh untuk berkontribusi bagi Kabupaten Rokan Hilir dan Indonesia.”
Kegiatan ini merupakan kolaborasi organisasi kemahasiswaan internal kampus :
Senat Mahasiswa (SEMA) Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Lembaga Dakwah Kampus (LDK)
dalam menyukseskan proses pengenalan kehidupan kampus sekaligus membentuk mahasiswa baru yang kritis, berkarakter, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.
“Mahasiswa sebagai Kekuatan Intelektual dan Moral Bangsa Memperkuat Ketahanan Ideologi Pancasila, Kesadaran Politik, dan Persatuan Nasional di Tengah Ancaman Disintegrasi Era Digital. Pungkasnya (MH)














