RIAUPARK.COM | ROKAN HILIR – Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK ROHIL) akan menggelar aksi demonstrasi di Polres Rokan Hilir dengan mengusung tema “Rapor Merah Kapolres Rohil”, pada Jumat (17/04/2026).
Aksi ini menjadi bentuk kritik terbuka terhadap kinerja aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Rokan Hilir yang dinilai belum maksimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Koordinator Lapangan (Korlap), Eka Rahayu Wijaya Pratama, pada Rabu (15/04/2026) menyampaikan bahwa kondisi penegakan hukum di Rohil saat ini menunjukkan berbagai persoalan serius yang tidak bisa lagi diabaikan.
Zona Nyaman bagi Kriminalitas Menurutnya, lemahnya pengawasan dan kepemimpinan telah mendorong munculnya “zona nyaman” bagi pelaku kriminal. Hal ini ditandai dengan maraknya aktivitas ilegal yang seolah dibiarkan.
“Praktik galian C ilegal dan prostitusi bahkan disebut beroperasi secara terbuka di sekitar Mapolres. Ini menimbulkan kesan bahwa hukum dapat dikompromikan,” ujarnya.
Selain itu, peredaran narkoba disebut semakin masif hingga ke pelosok desa, termasuk di wilayah Pasir Limau Kapas, yang dinilai luput dari penanganan serius aparat.
Krisis Kepercayaan Masyarakat KAMPAK ROHIL juga menyoroti menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Kondisi ini dinilai berbahaya karena berpotensi memicu tindakan main hakim sendiri.
Kerusuhan warga di Pasir Limau Kapas disebut sebagai salah satu indikator nyata bahwa masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap aparat.
“Ketika masyarakat tidak lagi percaya kepada penegak hukum, maka stabilitas sosial berada di ujung tanduk,” tegas Eka.
Selain itu, penanganan kasus dugaan pelecehan seksual di Tanah Putih yang dinilai tidak transparan turut memperkuat persepsi hilangnya rasa keadilan di tengah masyarakat.
Disiplin Internal Dipertanyakan Kematian seorang personel di tempat hiburan malam juga menjadi sorotan tajam. Insiden tersebut dinilai sebagai bukti lemahnya pengawasan internal dan disiplin anggota.
“Tanpa kontrol yang kuat dari pimpinan, pelanggaran kode etik berpotensi terjadi secara masif, bahkan membahayakan nyawa personel itu sendiri,” tambahnya.
Buruknya Manajemen dan Pengawasan Kejadian tahanan kabur melalui jendela kamar mandi turut memperkuat kritik terhadap buruknya sistem pengawasan dan manajemen internal.
KAMPAK ROHIL menilai hal tersebut bukan sekadar kelalaian individu, melainkan cerminan kegagalan struktural dalam memastikan standar keamanan berjalan optimal.
“Ini menunjukkan lemahnya kontrol dan evaluasi rutin terhadap fasilitas serta personel,” ungkapnya.
Dampak terhadap Pembangunan Daerah Lebih jauh, kondisi keamanan yang dinilai tidak kondusif juga berdampak pada sektor pembangunan dan investasi daerah.
Ketidakpastian hukum serta maraknya aktivitas ilegal seperti galian C disebut dapat merusak lingkungan sekaligus menghambat masuknya investor ke Rokan Hilir.
Melalui aksi yang akan digelar, KAMPAK ROHIL mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Polres Rokan Hilir, serta langkah konkret untuk memperbaiki sistem penegakan hukum di daerah tersebut.
“Aksi ini bukan sekadar kritik, tetapi bentuk kepedulian kami agar penegakan hukum di Rokan Hilir kembali berjalan tegas, adil, dan berpihak kepada masyarakat,” Pungkasnya (MH)














