RIAUPARK.COM | ROKAN HILIR, SINABOI – Kondisi akses jalan lintas di Kepenghuluan Darussalam, Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, kian memprihatinkan. Kerusakan jalan yang cukup parah mulai menghambat aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas anak-anak menuju sekolah.
Jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi warga tersebut masih terdapat ruas yang berupa tanah merah. Saat musim penghujan, kondisi jalan berubah menjadi licin dan berlumpur akibat genangan air, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap kegiatan ekonomi dan akses pendidikan. Anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang merasakan langsung sulitnya melewati ruas jalan tersebut, terutama ketika hujan turun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mugiyono, warga Kecamatan Sinaboi, mengatakan kondisi jalan sebenarnya masih dapat dilalui ketika cuaca kering. Namun, situasinya berbeda saat memasuki musim penghujan.
“Kalau musim kering masih bisalah dilalui untuk aktivitas sehari-hari. Tapi kalau sudah musim hujan, jangankan mobil, sepeda motor saja susah sekali lewat,” ujar Mugiyono, Selasa (6/10/2026).
Ia berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait, khususnya Dinas PUPR, dapat segera mengambil langkah penanganan, baik melalui pengerasan pada titik-titik yang rusak maupun perencanaan pembangunan jalan secara permanen.
“Kepada pemerintah daerah, tolong perhatikan akses jalan kami. Anak-anak mau pergi sekolah saja susah, tolong pikirkan masa depan pendidikan mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Sinaboi Andri Munawar, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa berdasarkan status kewenangan, jalur utama tersebut merupakan jalan provinsi. Dengan demikian, pemeliharaan berkala dan penanganan kerusakan dalam skala besar menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.
Hal tersebut disampaikan Andri saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (7/10/2026). Meski demikian, pihak kecamatan bersama masyarakat telah melakukan sejumlah upaya penanganan sementara terhadap titik-titik jalan yang mengalami kerusakan.
“Dari hasil musyawarah, perbaikan titik kerusakan terparah dilakukan secara gotong royong. Warga juga sepakat mendirikan portal untuk mengumpulkan sumbangan sukarela dari armada angkutan kelapa sawit yang melintas, di mana seluruh dana dialokasikan khusus untuk pemeliharaan jalan,” jelas Andri.
Menurutnya, sebagian ruas jalan sudah mendapatkan pengerasan. Namun, masih terdapat sejumlah titik yang permukaannya berupa tanah merah sehingga sangat mudah mengalami kerusakan ketika diguyur hujan.
Masyarakat berharap kondisi tersebut mendapat perhatian dari pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Penanganan akses jalan dinilai penting untuk mendukung kelancaran aktivitas warga, distribusi hasil perkebunan, serta memastikan anak-anak tetap dapat mengakses pendidikan dengan aman dan lancar. Pungkasnya (MH)














