DUMAI – Majelis Sakai Riau (MSR) Kota Dumai hadir dalam rangka memperjuangkan hak-hak Suku Sakai dan sebagai wadah mempersatukan seluruh Suku Sakai di Riau, khususnya di Kota Dumai.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua Majelis Sakai Riau Kota Dumai, Datuk Ali Amran yang ditemui di Sekretariat Majelis Sakai Riau Kota Dumai, Kelurahan Kampung Baru, Bukit Kapur, Kamis (21/5/2026).
“Cukup panjang yang melatarbelakangi lahirnya Majelis Sakai Riau ini. Diantaranya, selama ini Suku Sakai Dumai khususnya sudah terbelakang dan kurang diperhatikan, namun sejak tahun 2024 berdirinya Majelis Sakai Riau Kota Dumai ini, Alhamdulillah sudah mulai muncul dan mulai ada perkembangan,” beber Datuk Ali Amran.
MSR ini juga kami jadikan sebagai wadah bagi masyarakat Sakai untuk bisa berdiskusi, menyatukan pikiran, bersatu dan berjuang bersama-sama.
Secara historis, Batin-batin Sakai ini dahulunya berada di bawah kekuasaan Kesultanan Siak Sri Indrapura. Sehingga setiap Batin-batin memiliki wilayah yang sampai hari ini masih diakui sebagai kawasan/tanah Ulayat atau tanah adat.
“Yang sangat membahagiakan kami, hari ini sudah hadir penerus Kesultanan Siak yang ke-13 yakni Sultan Sarif Nazir yang beberapa bulan lalu berkunjung ke Sekretariat Majelis Sakai Riau Kota Dumai,” bebernya.

Pada pertemuan tersebut, Sultan Syarif Nazir mengajak kepada seluruh masyarakat adatnya terutama masyarakat Suku Sakai untuk senantiasa bersatu padu, jangan mudah terpecah belah. Karena dengan kita bersatu kita kuat.
“Alhamdulillah, kami akan menjaga titah dari Sultan, dan mudah-mudahan masyarakat adat Suku Sakai mendapat tempatnya di mata pemerintahan dan tidak memandang sebelah mata,” tegas Datuk Ali Amran.
Saya berharap kepada seluruh Suku Sakai, khusus Kota Dumai, mari sama-sama kita menjaga persaudaraan kita, jika kita bersatu pasti kita kuat, sehingga apapun yang akan kita perjuangkan insyaallah pasti akan berhasil. (LB)













